PT Liga Indonesia

Unifikasi Liga Harus Cermat & Tepat

Selasa, 19-03-2013 06:03 |Sepakbola Nasional | Dibaca17101 kaliShare FacebookShare TwitterUnifikasi Liga Harus Cermat & TepatUnifikasi Liga Harus Cermat & Tepat( sp+ )

KLB PSSI 17 Maret 2013 tuntas bahas agenda unifikasi liga. Biar tepat, harus cermat dalam pemahaman dan aksi.

Sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 17 Maret 2013 di Jakarta soal unifikasi liga, kompetisi sepakbola profesional di Indonesia musim 2013/2014 yang diakui PSSI hanyalah Indonesia Super League (ISL) dan Divisi Utama (DU) yang dikelola PT Liga Indonesia (LI). Klub-klub Indonesia Premier League (IPL) yang dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) akan bergabung ke kompetisi yang dikelola PT LI.

Hanya 4 klub peringkat teratas di IPL musim ini yang berhak main di ISL musim depan. Itu pun dengan catatan klub-klub IPL dimaksud tak dilanda dualisme dan keanggotannya di PSSI tidak bermasalah. Sisanya berlaga di level DU yang juga di bawah pengelolaan PT LI.

Khusus soal syarat pertama, tidak dilanda dualisme, masih ada sebagian masyarakat sepakbola Indonesia yang dibuat bingung. Sebab, ada beberapa media salah menginterpretasikannya.

Mereka menginterpretasikan syarat itu berlaku juga buat klub-klub ISL atau DU berada di bawah PT LI. Salah satunya adalah Persebaya.

Bahkan, ada salah 1 media lokal yang memberitakan Persebaya yang tampil di DU PT LI dan Persebaya yang berkompetisi di IPL tidak bisa mengikuti kompetisi musim depan hasil unifikasi liga karena ke-2 klub dilanda dualisme.

"Kompetisi di bawah yurisdiksi PSSI harus diikuti klub yang tercatat sebagai anggota PSSI. Dan, sebenarnya bukan domain PT LI buat menjustifikasi keabsahan status anggota PSSI. Tapi, klub-klub IPL yang dilanda dualisme karena memakai nama sama dengan klub-klub yang tampil di kompetisi yang kami kelola patut dipertanyakan status keanggotan PSSI-nya. Karena itu, KLB PSSI 17 Maret 2013 juga minta PSSI memverifikasi status keanggotaan klub-klub IPL," terang CEO PT LI Joko 'Jodri' Driyono kepadasportiplus.com.

"Buat klub-klub ISL dan DU, status keanggotan PSSI-nya valid," tegas Jodri.

Artinya, selain Persebaya, ada 3 klub lain IPL yang terancam hilang dari kancah sepakbola profesional Indonesia musim depan. Ketiganya adalah Persija, PSMS, dan Arema.

Syarat ke-2, yakni tak bermasalah keanggotannya di PSSI, ditujukan kepada klub-klub yang tercatat sebagai anggota PSSI, tapi dalam posisi disanksi. Contohnya, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro.

Mereka dilarang berkompetisi di kompetisi sepakbola Indonesia di bawah yurisdiksi PSSI sesuai hasil Kongres II PSSI di Bali 2011 lantaran pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) saat mereka sudah mengarungi ISL 2010/2011.

Dengan begitu, hanya ada Semen Padang, Bontang FC, Persiraja Banda Aceh, PSLS Lhoksumawe, Pro Duta, Persepar Palangkaraya, PSM Makassar, Perseman Manokwari, PSIR Rembang, Persiba Bantul, dan Persijap Jepara yang punya kesempatan bergabung dengan ISL 2013/2014.

Skema unifikasi liga yang disepakati voters KLB 17 Maret 2013 itu  akan membuat kasta tertinggi kompetisi sepakbola profesional di Indonesia membengkak jadi 22 klub. Tapi, kondisi itu hanya berlaku 2 musim.

"Di akhir musim 2013/2014 mulai diberlakukan sistem degradasi 4 klub dan promosi 2 klub. Begitu juga ISL 2014/2015. Pada ISL 2015/2016, peserta ISL kembali berjumlah 18. Setelah jumlahnya 18, sistem degradasi dan promosi kembali ke sistem awal. Dua klub penghuni posisi terbawah di klasemen akhir ISL otomatis terdegradasi dan 2 klub teratas DU promosi. Penghuni posisi 3 dari bawah di klasemen ISL berebut tiket ISL musim berikutnya lewat laga playoff kontra penghuni posisi 3 DU," pungkas Jodri.

Keputusan KLB PSSI 17 Maret 2013
-Menambah jumlah Exco PSSI dari 11 jadi 15.
-Mengubah kuorum rapat Exco PSSI dari 2/3 jadi 1/3.
-Penambahan 4 Exco PSSI diputuskan Ketua Umum PSSI dan terpilih Djamal Aziz, Hardi Hasan, La Siya, Zulfadhli.
-Menetapkan La Nyalla Mattalitti sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.
-Memberi sanksi skorsing (dilarang berkecimpung di lingkup sepakbola Indonesia) terhadap 6 Exco PSSI yang WO dari KLB PSSI 17 Maret 2013.
-Pembubaran kepengurusan PSSI hasil KLB PSSI 18 Maret 2012 di Ancol.
-Kompetisi musim depan tetap bernama Indonesia Super League (ISL) dan dikelola PT Liga Indonesia (LI).
-Empat klub teratas Indonesia Premier League (IPL) akan berkompetisi di ISL 2013/2014. Sisanya terlempar ke Divisi Utama.
-Empat klub itu harus terbebas dari dualisme dan tidak bermasalah dengan keangotannya di PSSI.
-Pada akhir musim ISL 2013/2014, sistem degrasi dan promosi diubah dengan format 4 klub terbawah terdegradasi dan hanya 2 klub promosi. Dengan begitu, pada ISL 2015/2016, kontestan ISL kembali berjumlah 18. Setelah berjumlah 18, format degradasi dan promosi kembali ke aturan semula. Dua klub penghuni posisi terbawah di klasemen akhir ISL terdegradasi dan 2 klub teratas DU promosi. Penghuni posisi 3 dari bawah di klasemen ISL berebut tiket ISL lewat laga playoff kontra penghuni posisi 3 DU.

 

ksb/01

Komentar

NameEmailKomentar Anda
ping fast my blog, website, or RSS feed for Free